Jumat, 23 Mei 2014

TES KEBUGARAN PEGAWAI DINAS KESEHATAN KOTA, GF KOTA SAMARINDA,UPT.PKM SEGIRI, PKM BAQA LABDA PROV KALTIM, AKPER PEMPROV KALTIM DAN JAMAAH HAJI KOTA SAMARINDA


1. Kebugaran

         Kebugaran merupakan elemen mendasar dalam merumuskan ketahanan dan
kekuatan fisik. Kebugaran dapat meningkatkan kinerja jantung, paru-paru, dan otot, dan
kemampuan berotot. Menurut American Academy of Sport Pediatri Komite Sekolah
Kedokteran dan Kesehatan, kebugaran didefinisikan sebagai: kekuatan otot, fleksibilitas,
komposisi tubuh (derajat kegemukan) dan daya tahan kardiorespirasi. Kebugaran
merupakan salah satu di antara berbagai faktor yang menentukan derajat kesehatan..
Kebugaran tidak semata-mata dinilai secara fisik tetapi meliputi seluruh tubuh, pikiran
dan emosi. Kebugaran fisik dapat mencegah atau mengobati banyak bersifat kemunduran
kondisi kesehatan yang dihasilkan oleh gaya hidup tidak sehat atau penuaan. Selanjutnya
kebugaran fisik sangat penting untuk membantu meminimalkan masalah kesehatan
seperti gangguan jantung dan obesitas yang semuanya dapat mempengaruhi kehidupan
dan fungsi pekerjaan sehari hari.
         Tingkat Kebugaran dapat diukur dari volume seseorang dalam mengkonsumsi
oksigen saat latihan pada volume dan kapasitas maksimum (VO2 maks). VO2 max adalah
volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan
yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang
dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan. Secara faali, setiap
sel membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine
Triphosphate) yang siap pakai untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi
oksigen adalah otot dalam keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan
banyak ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak
oksigen. Sel otot membutuhkan banyak oksigen dan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan
Oksigen dan menghasilkan CO2 dapat diukur melalui faal pernafasan (Helbert Haag,
1994).
          Dengan mengukur jumlah oksigen yang dipakai selama latihan, kita mengetahui
jumlah oksigen yang dipakai oleh otot yang bekerja. Makin tinggi jumlah otot yang
dipakai maka makin tinggi pula intensitas kerja otot. Cepat atau lambatnya kelelahan
seorang dapat diperkirakan dari kapasitas aerobik atlet yang kurang baik. Kapasitas
aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh
(VO2Max). Oksigen dibutuhkan oleh otot dalam melakukan setiap aktivitas berat maupun
ringan. Semakin banyak oksigen yang diasup/diserap oleh tubuh menunjukkan semakin
baik kinerja otot dalam bekerja sehingga zat sisa-sisa yang menyebabkan kelelahan
jumlahnya akan semakin sedikit. VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter
per menit (l/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam kilogram
per menit (ml/kg/min). Tentu, semakin tinggi VO2 max, seorang akan memiliki daya
tahan dan stamina yang istimewa (Suryanto, 1998).

2. Tes Kebugaran
           Sebagai pertimbangan dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian
rupa sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung
maksimal. Kegiatan fisik yang memenuhi kriteria ini harus:
a. Melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini
    adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di
    treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya
b. Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya
    berlangsung minimal 6 sampai 12 menit.

         Salah satu alat ukur kemampuan daya tahan/ kebugaran njantung paru (VO2Max)
adalah dengan metode Rockport, metode ini cukup sederhana, tanpa biaya yang mahal
dan akurasinya cukup wajar. Adapun cara pelaksanaan metode ini adalah:
1) Tes diawali dengan melakukan pemanasan dan peregangan seluruh tubuh,
     terutama otot tungkai dan dilanjutkan dengan jalan kaki. Kalukan selama 10-15
     menit.
2) Pada saat mulai tes, pencatat waktu diaktifkan. Tes dilakukan dengan jalan cepat
    atau jogging dengan kecepatan konstan sepanjang 1,6 km.
3) Catat waktu tempuh yang diperoleh peserta tes.
4) Gunakan table 1 untuk mendapatkan VO2 Max.
5) Gunakan table 2 untuk menentukan kategori kebugaran jantung paru sesuai jenis
    kelamin dan kelompok umur.
6) Dengan menggunakan grafik berwarna sesuai dengan kelompok umur, berikan
    tanda (*) sesuai dengan hasil VO2 Max peserta.
7) Laksanakan program latihan fisik sesuai dengan warna grafik.
8) Ulangi kembali tes ini setiap 3 bulan.

Langkah-Langkah Kegiatan
1. Tes diawali dengan melakukan pemanasan dan peregangan seluruh tubuh, terutama
    otot tungkai dan dilanjutkan dengan jalan kaki, lakukan selama 10-15 menit.
2. Saat mulai te, pencatat waktu diaktifkan, test dilakukan dengan jalan cepat atau
    jogging dengan kecepatan konstan sepanjang 1,6 km.
3. Catat waktu tempuh
4. Gunakan tabel 1 untuk mendapatkan Vo2 max
5. Gunakan tabel 2, untuk mendapatkan kategori kebugaran jantung-paru sesuai jenis
    kelamin dan kelompok umur.



KONSEP DASAR


KEBUGARAN JASMANI dan LATIHAN FISIK


Pada dasarnya kebugaran harus dimiliki oleh setiap orang. dalam arti kata kesadaran akan kebugaran jasmani oleh setiap orang.
Latihan kebugaran jasmani adalalah bentuk aktivitas fisik yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kebugaran jasmani dan kesehatan yang optimum. Kebugaran jasmani yang baik tercermin dari kemampuan seseorang untuk dapat melaksanakan aktivitas sehari-harinya, tidak gampang lelah dalam beraktivitas dan masih memiliki "sisa" tenaga untuk menikmati waktu luangnya.
Dalam melatih kebugaran fisik seseorang tidak harus didampingi pelatih, trainer, ataupun ahli kesehatan dan olahraga. Latihan kebugaran jasmani dapat dilakukan dengan mudah dan murah. Berolahraga merupakan salah satu bentuk latihan fisik yang menyenangkan, memberi banyak manfaat baik dari segi fisik, mental dan psikologis

Secara fisik dapat membentuk dan memperkuat jaringan otot, cardiovascular, tulang juga membakar lemak berlebih dsb. Secara mental dapat mengajarkan dan membiasakan kita untuk bersikap sportif (apa yang kita lakukan itulah yang akan kita dapat), sikap pantang menyerah untuk terus berusaha mencapai tujuan meski ada rintangtan dan halangan. Secara psikis ternyata saat berolahraga tubuh mengeluarkan hormon endorfin yang memberikan rasa nyaman dan rasa senang, juga dapat mencegah pengeluaran hormon stress (kortisol) yang membawa dampak kurang baik bagi tubuh.

Sebelum melakukan olahraga ada baiknya kita mengetahui tujuan kita berolahraga, mengetahui kondisi kita (denyut jantung istirahat, tekanan darah dan kondisi fisik-psikologis), mengetahui jenis olahraga yang sesuai dan mengetahui cara berolahraga yang benar dan baik. Prinsip dasar kebugaran jasmani (olahraga) adalah hal-hal mendasar yang harus dilakukan ketika seseorang ingin berolahraga. 

Pada dasarnya berolahraga itu dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu pemanasan (warming up), latihan inti dan pendinginan (cooling down).

Prinsip Dasar Latihan Kebugaran Jasmani

1. Pemanasan (Warming up)
Pemanasan bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh, suhu tubuh ideal bagi manusia untuk dapat beraktivitas dengan baik adalah sekitar 37 °C.
Manfaat pemanasan diantaranya:
- Memperlancar sistem pernafasan
- Memperlancar sistem peredaran darah
- Memperluas ruang gerak sendi
- Membuat sistem jaringan otot lebih elastis
- Merangsang produksi sistem energi tubuh
- Memberi rasa nyaman secara psikologis menjelang olahraga dll.

Lama waktu pemanasan adalah bervariasi tapi pada umumnya dapat dilakukan dalam waktu 10-15 menit. Indikasi keberhasilan/ pemanasan yang baik dapat diukur dengan : 
Mulai munculnya keringat akibat naiknya suhu tubuh, denyut jantung yang meningkat dari denyut nadi isirahat dan berada pada fase bawah denyut jantung latihan, bisa merasakan adanya peningkatan dari sisten pernafasan, otot, sendi juga mulai timbulnya perasaan nyaman /senang untuk memulai latihan inti ataupun pertandingan. 

Cara melakukan pemanasan:
Membuat gerakan yang sistematis (beraturan), misalnya jika dimulai dari kepala maka gerakannya teratur dari kepala, leher, tangan, pinggang sampai kaki dan juga sebaliknya.
Melakukan peregangan satis dan dinamis, peregangan statis dilakukan dengan cara "diam" tidak bergerak dan cenderung tidak dipaksakan. Peregangan dinamis adalah gerakan yang dilakukan dengan cara memantul-mantulkan (bounching) sehingga ada pergerakan anggota tubuh.
Pemanasan juga dapat dilakukan dengan menggunakan hitungan dan irama terutama jika melakukan pemanasan secara berkelompok.

2. Latihan Inti (Main Exercise)
Adalah latihan utama yang dianggap sebagai inti dari berolahraga. Latihan utama ini dapat berbentuk perseorangan dan kelompok tergantung dari jenis/ cabang olahraga. Durasi dari latihan inti ini bervariasi tergantung dari jenis olahraganya.Olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan dapat dilakukan minmal 30 menit frekuensi 3-5 kali seminggu. Penelitian mengungkapkan berolahraga akan memberi dampak signifikan kebugaraan jasmani jika dilakukan minimal 150 menit/ minggu.
Indikasi dari berhasil tidaknya seseorang melakukan latihan inti dapat dilihat dari tercapai tidaknya denyut jantung latihan (Training Heart Rate Zone) 70% s/d 85% x Denyut Jantung Maximal. Indikator lainnya adalah keringat yang menandakan adanya pembakaran dan kerja dari sistem jaringan tubuh. 
Contoh-contoh latihan inti yang sering dilakukan adlah lari/jogging, sepakbola, bola volli, basket dll.

3. Pendinginan ( Cooling Down) 
Adalah fase dimana kita berada pada peralihan latihan inti ke berhenti latihan. Banyak yang mengabaikan fase ini sehingga memberikan dampak negatif sehabis berolahraga misalnya cedera, asam laktat yang masih tersisa, terjadinya nyeri sehabis berolahraga (DOMS) bahkan adanya pembengkakan pembuluh darah karena berhenti berolahraga tiba-tiba pada saat aliran darah masih tinggi dalam pembuluh darah.

Tujuan dari melaksanakan pendinginan diantaranya menurunkan suhu tubuh ke kondisi normal yang akan diikuti oleh menurunnya denyut jantung (Denyut Jantung Pemulihan). Apabila suhu tubuh dan denyut jantung sudah menurun bahkan sudah pada denyut jantung istirahat maka pendinginan sudah berhasil dan dapat melanjutkan aktivitas lainnya atau beristirahat memulikan kondisi tubuh (recovery)

Cara melakukan:
Lakukan gerakan-gerakan relaksasi yang ringan dan memberi rasa nyaman, sperti jogging santai, gerakan rotasi di persendian leher, pinggang, tangan dan kaki.
Mencari tepat yang lebih sejuk sebagai tempat relaksasi sambil meregangkan anggota tubuh, suhu yang lebih sejuk dapat membuat denyut jantung menurun. Dapat juga dengan mengkonsumsi minuman yang sejuk seperti air putih ataupun air mineral. 

PESERTA TES KEBUGARAN :



UPT. PUSKESMAS SEGIRI


UPT. PUSKESMAS BAQA



UPT. PUSKESMAS WONOREJO


UPT. PUSKESMAS KARANG ASAM


UPT.GF KOTA SAMARINDA



AKPER PEMPROV KALTIM



PANITIA PELAKSANA TES KEBUGARAN
 BKMOM PROV KALTIM & DINAS KESEHATAN KOTA SAMARINDA


JAMAAH HAJI KOTA SAMARINDA


BIDANG KESGA DINAS KESEHATAN KOTA SAMARINDA


BIDANG UPKM DINAS KESEHATAN KOTA SAMARINDA





Rabu, 21 Mei 2014

SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA SAMARINDA DALAM RANGKA PERTEMUAN KALIBRASI ALAT UKUR KESEHATAN PUSKESMAS KOTA SAMARINDA
HARI SELASA TANGGAL, 20 MEI  2014



Bismillahirrohmannirrohim
Assalamu’alaikum, Wr,Wb.
Yth Bapak/Ibu Narasumber
Yth Bapak Bapak/Ibu Kepala Bidang dan Kepala Seksi di Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat Beserta Staf
Yth Bapak/ibu kordinator alkes dan pengelola keuangan Puskesmas se kota Samarinda.
Dan para undangan lainnya yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan Hidayah -Nya kepada kita sekalian, sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dalam rangka pertemuan kalibrasi alat ukur kesehatan puskesmas se kota Samarinda. 
Saya sangat menyambut baik diadakannya pertemuan ini, karena pada kesempatan ini saya selaku Kepala Dinas Kesehatan kota Samarinda dapat langsung bertemu dengan jajaran pelaksana pengelola alkes dan pengelola keuangan Puskesmas kota Samarinda.

Saudara – Saudara peserta pertemuan yang berbahagia,
Perkembangan pelayanan kesehatan pemerintah seperti puskesmas dan klinik swasta yang semakin pesat ini, menimbulkan persaingan yang ketat pula, sehingga terjadi persaingan atas jasa pelayanan kesehatan di puskesmas dalam kemampuannya untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. Tugas utama puskesmas adalah memberikan jasa pelayanan kesehatan masyarakat dan perorangan secara paripurna, meliputi Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif.
Dalam memberikan jasa pelayanan kesehatan, puskesmas mengacu kepada kebutuhan dan kepuasaan pelanggan. Dengan demikian maka kualitas pelayanan puskesmas perlu ditingkatkan melalui pengukuran pencapaian standar pelayanan Puskesmas.  Berbagai upaya dilakukan Puskesmas agar dapat memberikan pelayanan dengan kualitas yang optimal. Upaya yang sampai saat ini yang sangat membantu upaya tersebut adalah dengan mengembangkan suatu sistem manajemen yang berkualitas, salah satunya adalah dengan mengkalibrasi alat ukur kesehatan.

Saudara peserta yang  kami hormati,
Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.
Kalibrasi diperlukan untuk: Perangkat baru, suatu perangkat setiap waktu tertentu, suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi), ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah kalibrasi, dan ketika hasil observasi dipertanyakan.
Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya, termometer dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi), sehingga thermometer tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya dalam celcius pada titik-titik tertentu di skala.
Dinas Kesehatan Kota Samarinda telah menyatakan dukungannya terhadap kegiatan kalibrasi alat ukur kesehatan puskesmas ini, hanya saja kesiapan di Tingkat Kota baik dari tenaga, sarana dan prasarana masih perlu dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.
Semoga dengan pelaksanaan pertemuan ini ,  hasilnya dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat.
Dengan mengucapkan “ Bismillahirrohmanirrohim.” ,Saya nyatakan bahwa Pertemuan Kalibrasi Alat Ukur Kesehatan Puskesmas Se Kota Samarinda, yang diadakan pada hari ini tanggal 20 Mei  2014, dibuka secara resmi.
Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum salam, Warahmatullahi wabarakatuh.



                    Samarinda, 20 Mei  2014
         Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda



            drg. Nina Endang Rahayu, M.Kes
            Nip.196201181987032007








MENGAPA ALAT UKUR PERLU DIUJI & DIKALIBRASI
  • Hal ini disebabkan suatu alat ukur /bahan ukur akan mengalami perubahan nilai
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
  1. Frekuensi pemakaian
  2. Sifat dari alat ukur atau bahan ukur
  3. Perawatan dan penyimpanan yang kurang baik
  4. Akibat perbaikan
  5. Pemakaian yang ceroboh /terjatuh
  6. Transportasi
PENGUJIAN & KALIBRASI ALAT KESEHATAN
  • Permenkes No. 363/Menkes/Per/IV/1998; tentang pengujian &kalibrasi alat kesehatan
"setiap alat kesehatan wajib dilakukan pengujian dan /atau kalibrasi untuk menjamin kebenaran nilai keluaran atau kinerja dan keselamatan pemakaian".

Peralatan Kesehatan (Elektromedic) yang wajib dilakukan Pengujian Kalibrasi :
  1. Belum Memiliki sertifikat dan /tanda.
  2. Jangka waktu sertifikat dan/tanda sudah berakhir.
  3. Diketahui penunjukkan /keluarannya/kinerja/keamanannya tidak sesuai lagi maupun sertifikat dan /tanda masih berlaku
  4. Telah melakukan perbaikan walaupun sertifikat dan/tanda masih berlaku
  5. Telah terpindahkan bagi yang memerlukan instalasi walaupun sertifikat dan/tanda masih berlaku
A. Alat Kesehatan adalah instrumen, aparatus,mesin,implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis,menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia dan atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. (UU No.23,BAB I, pasal 1 No.11)

B. Kalibrasi adalah kegiatan peneraan untuk menentukan kebenaran nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur (Permenkes No.363 th 1998 BAB I Pasal 1 Ayat 5)

C. Setiap alat kesehatan wajib dilakukan kalibrasi untuk menjamin kebenaran nilai keluaran & keselamatan pemakaian

D. Kalibrasi hanya diperuntukkan untuk alat yang sedang dioperasikan bukan diperuntukkan untuk alat yang rusak. Alat rusak harus diperbaiki dahulu, baru dilakukan kalibrasi untuk memastikan bahwa alat tersebut benar-benar baik.

E. Alat Kesehatan dinyatakan lulus pengujian/kalibrasi bila.
  • Penyimpangan hasil pengukuran dibandingkan dengan nilai yang diabaikan pada alat kesehatan tersebut atau melebihi penyimpangan yang diijinkan.
  • Nilai hasil pengukuran keselamatan kerja, berada dalam nilai ambang batas yang diijinkan.
         Pengujian dan /atau kalibrasi alat kesehatan dilakukan oleh institusi penguji secara berkala, sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun (Permenkes No.363/MENKES/PER/10/1998,BAB II pasal 4 ayat 1)
Alat kedokteran adalah alat dengan fungsi diagnostik dan therapy, selain adanya fungsi tersebut terdapat juga aspek resiko. adanya aspek tersebut mengharuskan alat "wajib"dikalibrasi.
        Secara teknis pengujian/kalibrasi terhadap peralatan kesehatan sangat penting untuk mengetahui apakah alat kesehatan tersebut dipergunakan, dengan :
  • Mengetahui seberapa besar perlatan yang diukur/dikalibrasi mempunyai tingkat akurat yang tepat
  • Mengetahui seberapa besar penyimpanan pada output yang dihasilkan alat tersebut dibandingkan dengan spesifikasi yang ada.
  • Untuk Menjamin keamanan terhadap pasien juga operator maupun tehadap alat tu sendiri dari bahaya kebocoran arus listrik dan bahaya mekanik serta untuk menhindari keslahan diagnosa.
  • Pengujian/kalibrasi perlatan kesehatan perlu ditunjang oleh program pemeliharaan alat.
Adapun saat ini alat-alat kesehatan yang dapat dikalibrasi diantaranya :
  • Tensimeter
  • Analisa Film Badge
  • Suction Pump
  • Elektro Cardiograph (ECG)
  • Dental Unit
  • Spirometri
  • Stirer
  • Syringe Pump
  • Lampu Operasi
  • Light Source
  • Ventilator
  • Vaccum Extraktor
  • Centrifuge
  • Defibrilator
  • Water Bath
  • Sterilisator
  • Oksigen Regulator
  • Treadmill
  • Flow Meter
  • Nebulizer
  • Blood Bank
  • Infant warmer
  • Infusion Pump
  • Parafin Bath
  • Anasthesi tanpa liquid
  • Dental X-Ray
  • Doppler
  • Elektro Surgery Unit
  • Incubator Laboratorium
  • Inkubator Perawatan
  • Refrigerator Laboratorium
  • General Purpose X-Ray

  • UU Kesehatan
  • UU Rumah Sakit
KALIBRASI ALAT KESEHATAN PUSKESMAS TAHUN 2014

TEKNIS PELAKSANAAN
  • Pelaksanaan Minggu ke 2 Bulan Juni 2014
  • Dilaksanakan di 24 Puskesmas, selama 12 hari (1 hari 2 puskesmas) dari jam 08.00 sampai selesai
  • Koordinator pelaksanaan kalibrasi alkes _Puskesmas : 
  • Koordinator Alkes Puskesmas
Koordinator Alkes
  • Mendata Alkes Puskesmas
  • Mendata Alkes yang akan dikalibrasi berkoordinasi dengan masing-masing poli pelayanan dan program, dan dilaporkan ke kepala puskesmas_disesuaikan dengan pagu anggaran kalibrasi alkes di puskesmas
  • Menyiapkan peralatan yang akan dikalibrasi
  • Mengatur pelaksanaan kalibrasi alkes di masing-masing puskesmas, termasuk membawa alkes ke Metrologi Kaltim_sesuai jadwal yang akan diberitahukan selanjutnya
  • Memantau hasil kalibrasi alkes

  • Peng-SPJ an anggaran : Bendahara Puskesmas
Bendahara Puskesmas
  • Menyiapkan SPJ kalibrasi alkes
  • Memastikan SPJ sudah disiapkan pada saat pelaksanaan kalibrasi alkes di masing-masing puskesmas
  • Pelaksanaan Peng-SPJ an serentak saat dilaksanakan kalibrasi alkes di puskesmas
Daftar alkes yang akan dikalibrasi dan nilai nominalnya_dikumpulkan paling lambat tanggal 30 Mei 2014_untuk dikoordinasikan dengan tim pelaksana kalibrasi alkes (Banjarbaru dan Metrologi Kaltim