TERNYATA ASIK JUGA MENGINTIP AKTIVITAS BURUNG DI KAWASAN
UIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA
Oleh : Tajudin Nur. S.Si
Burung adalah salah satu dari sekian banyak satwa yang memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Dari cara berinteraksi, mencari makan dan berkembang biak. Bondol peking atau pipit peking (Lonchura punctulata) adalah sejenis burung kecil pemakan padi dan biji-bijian. Nama punctulata berarti berbintik-bintik, menunjuk kepada warna bulu-bulu di dadanya. Keberagaman jenis burung tidak hanya dapat di lihat dari warna, ukuran dan bentuknya saja akan tetapi dapat di lihat juga dari tipe sarang, bahan sarang, cara menempatkan sarang dan pohon atau tempat membuat sarangnya. Sebagai contoh burung bondol peking (Lonchura punctulata) yang kami temukan sedang bersarang di pohon akasia (Acacia mangium) yang berada di kawasan Universitas Mulawarman.
1. Tipe sarang.
Burung bondol peking (Lonchura punctulata) memiliki model atau tipe sarang berbentuk bola atau botol (Sphericel).
lebar bawah sarang : 17,9 cm
lebar corong/bibir sarang : 2,5 cm
lebar mulut/corong sarang : 8,5 cm
tinggi sarang : 15,3 cm
kedalaman sarang : 12,4 cm
2. Bahan sarang.
Burung bondol peking menggunakan rerumputan sebagai bahan untuk membuat sarangnya. Jenis rerumputan yang telah berhasil di identifikasi antara lain :
1. Daun dan pelepah padi (Oryza sativa)
2. Bunga Cyrtoecocum Sp.
3. Bunga Sporobolus Sp.
4. Bagian dalam sarang terdapat buah Piper Sp.
5. Bagian luar sarang terdapat Imperata cylindrica dan daun Acacia auliculiformis
6. Bagian tengah sarang terdapat Centotheca Sp.
3. Cara menempatkan sarang.
Penempatan atau peletakan sarang dilakukan sempurna yaitu dipercabangan ranting. Penempatan atau peletakan seperti itu bertujuan agar mempermudah mengikat, menganyam, membentuk dan menghindarkan sarang terjatuh atau rusak tertiup angin.
4. Pohon atau tempat membuat sarang.
Tempat membuat sarang pada burung bondol peking (Lonchura punctulata) jenis bondol ini lebih sering memilih pohon pinang atau jenis palm lainnya dan bisa juga di pohon-pohon yang tinggi, jenis pohon yang di pergunakan bondol peking dikawasan Universitas Mulawarman untuk bersarang yaitu akasia (Acacia mangium). Pada satu pohon akasia tersebut di temukan sekitar 28 buah sarang dan kemungkinan ada 10-15 sarang yang masih dipergunakan. Jarak sarang pada pohon akasia dari permukaan tanah antara 7-10 meter dan jarak antar sarang sekitar 1-1,5 meter.
Karakteristik.
Tubuh berukuran agak kecil (11 cm) tubuh bagian atas coklat, bercoretan, dengan tangkai bulu putih. Tenggorokan coklat kemerahan. Tubuh bagian bawah putih. Bersisik coklat pada dada dan sisi tubuh. Remaja : tubuh bagian bawah kuning tua tanpa sisik. Iris coklat, paruh abu-abu kebiruan, kaki hitam abu-abu. Hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil, bergabung dengan kelompok bondol lain. Bertingkah laku tidak keruan dan sangat lincah.
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Philum : Chordata
Class : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Estrildidae
Genus : Lonchura
Spesies : Lonchura punctulata
Foto 1. Pohon akasia (Acacia mangium) tempat bondol peking bersarang.
Foto 2. Kegiatan pengamatan burung mahasiswa FMIPA BIOLOGI Universitas Mulawarman Samarinda
Pada sarang burung yang tidak dipergunakan lagi ditemukan beberapa jenis serangga yaitu : semut, laba-laba dan kecoak. Kemungkinan serangga-serangga tersebut hidup dan mencari makan pada sarang burung bondol yang telah ditinggal
Penyebaran.
Penyebaran burung bondol peking (Lonchura punctulata) India, Cina,Filipina, Asia tenggara, Semenanjung Malaysia, Sunda Besar, Nusa Tenggara, Sulawesi.
Kebiasaan.
Bondol sering atau lebih menyukai daerah terbuka seperti sawah, ladang, lahan pertanian, kebun, semak sekunder dan pepohonan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar